Kata komputer sekarang
sudah tidak asing lagi di telinga bangsa kita. Bagaimana tidak, teknologi ini
sudah kian dalam merambah kedalam kehidupan sehari-hari kita. Penggunaannya dalam
berbagai aspek kehiduan telah membuatnya kian familiar dengan masyarakat. Jika di
era 90-an komputer masih dianggap sebagai barang mewah karena hanya golongan
tertentu sja yang mempunyainya, sekarang hampir di tiap rumah mempunyai
komputer atau setidaknya alat yang mengandung unsur komputerisasi.
Kita ambil contoh handphone, alat yang berbasis teknologi
informasi yang dahulunya hanya sebagai sarana untuk berkomunikasi ini sekarang
sudah di padukan dengan teknologi komputerisasi sehingga fitur dan fungsinya
pun menjadi beragam dari mulai memutar musik; mengedit dokumen; foto, video
sampai berselancar didunia maya. Tidak hanya di bidang teknologi informasi, banyak
bidang lain yang telah terpengaruhi oleh teknologi ini, bahkan bisa dikatakan
bahwa teknologi komputerisasi sudah merambah ke hampir semua aspek kehidupan. Pedagang
yang dulunya menggunakan cipoah untuk
menghitung jumlah belanjaan, sekarang sudah menggunakan kalkulator, thin dekstop, PC dan alat alat yang
berbasis komputer lainnya.
Di bidang pendidikan,
walaupun belum maksimal, proses penyelanggaraan pendidikan di negara kita telah
sangat terbantu dengan teknologi komputerisasi. Siswa yang dulunya sangat susah
dalam memahami pelajaran Bahasa Inggris, sekarang bisa belajar lebih cepat dan
modern dengan fasilitas audio visual yang berbasis komputerisasi.
Para amilin yang biasa menghitung jumlah
zakat yang harus dikeluarkan dari harta seseorang secara manual, sekarang sudah
mulai beralih menggunakan teknologi komputerisasi. Sudah banyak sekali aplikasi
penghitung zakat digital yang sangat membantu dalam proses penghitungan zakat. Selain
itu para muzakki bisa menunaikan
kewajiban zakatnya tanpa harus repot-repot datang ke BAZIS,BAZ atau amil zakat
lainnya untuk membayar zakat.mereka tinggal menghubungi pihak amilin, memberi tahu jumlah harta, dan
kemudian mentransfer nilai zakat yang harus dikeluarkan. Itu semua berkat
teknologi komputerisasi.
Satu lagi contoh asalah
peran komputer dalam meningkatkan liabilitas,aksesibilitas dan kredibilitas
dalam tata kearsipan. Teknologi ini dapat digunakan sebagai back up untuk arsip fisik yang di simpan
di filling cabinet, jadi jika
sewaktu-waktu arsip fisik hilang, data digital yang ada tersimpan di komputer
dapat menjadi penggantinya. Selain itu komputer juga dapat menjadi guide dalam
penemuan kembali arsip. Sistem konvensional yang menggunakan kartu indeks,
clapper, daftar kalisifikasi fisik bisa diganti dengan sistem soft database komputer. Hal ini akan
memudahkan arsiparis dalam menjalankan tugasnya dan menghemat biaya operasional.
Selain contoh-contoh
yang dikemukakan diatas, masih banyak sekali peran komputer bagi kehidupan kita.
Jadi pengetahuan dan penguasaannya perlu ditingatkan sehingga kita tidak akan
tertinggal oleh bangsa yang peradaban dan pengetahuan komputernya telah lebih
unggul. Tapi perlu ditekankan juga bahwa pengetahuan tentang cara penggunaan
teknologi komputerisasi yang baik pun perlu di benamkan dalam otak kita karena
teknologi sama seperti hal-hal lain, bagaikan dua sisi mata pisau yang Mempunyai
sisi baik dan buruk. Banyak sekali hal-hal negatif yang disebabkan oleh penyalahgunaan
teknologi informasi seperti merosotnya akhlak manusia, meningkatnya
kriminalitas, perubahan kebudayaan dan lain sebagainya.
Peran kalangan pendidik
sangat dibutuhkn dalam hal ini. Jangan sampai teknologi ini malah membawa
negara kita kedalam jurang kehancuran. Sistem pendidikan dan sosialisasi
teknologi yang baik harus senantiasa dijadikan salah satu prioritas dalam
kegiatan pengajaran karena seperti yang sudah dijelaskan diatas, hampir semua
disiplin ilmu dewasa ini menggunakan teknologi komputerisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar