Pages

Jumat, 23 Agustus 2013

Bahasa Inggris itu mudah

Sering kali kita mendengar siswa-siswa berkata “Aduh aku paling gak suka Bahasa Inggris, sulit badaiii”. Padahal, Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional merupakan mata pelajaran wajib dalam kurikulum pendidikan yang diterapkan di negara kita, jadi mau tidak mau mereka harus mempelajari bahasa ini. Jika siswa ditanya “apa yang kamu ketahui tentang  pelajaran Bahasa Inggris?” pasti jawabannya “pokoknya yang dipelajari itu Tenses, Vocabulary, Grammar,Structure....yang gitu2 deeech”. Sugesti mereka terhadap Bahasa Inggris sudah negatif sehingga pelajaran ini susah di cerna dan dimengerti oleh otak.


Kesulitan para pelajar dalam mempelajari Bahasa Inggris bukan hanya dalam hal sugesti saja. Sistem pengajaran yang diterapkan di sekolah juga sangat berpengaruh terhadap tingkat penyerapan pelajaran Bahasa Inggris yang diberikan. Kurikulum yang sering diubah membuat para pengajar tidak optimal dalam menerapkan sistem pengajaran. Selain itu, banyak institusi pendidikan di Indonesia belum mempunyai fasilitas memadai seperti lab bahasa. Alhasil, jika di negara lain yang tidak menggunakan Bahasa Inggris sebagai Mother Language anak-anak sudah pandai berbicara dalam Bahasa inggris, di negara kita mahasiswa jurusan Sastra Inggris sekalipun masih banyak yang terbata-bata saat berbicara menggunakan bahasa internasional ini. Para pendidik di negara kita harus mencari solusi supaya bangsa ini tidak tertinggal oleh negara lain dalam hal penguasaan Bahasa Inggris.
Salah satu solusi dalam mengatasi masalah ini adalah dengan memberikan stimulus positif kepada para siswa dalam pandangan terhadap Bahasa Inggris. Sugesti negatif terhadap Bahasa Inggris harus dihilangkan. Selanjutnya Buatlah mereka menyukai Bahasa Inggris karena selulit apapun sesuatu baik itu pelajaran ataupun hal yang lainnya, akan menjadi mudah apabila disukai dan digemari. Sebagai contoh hobi mengisi teka teki silang, permainan ini bukanlah hal yang mudah karena memelukan wawasan yang luas. Tetapi karena yang mengisinya gemar dan senang melakukannya, maka permainan ini terasa gampang. Contoh lainnya adalah pelajaran Teknologi Informasi dan Komputerisasi (TIK) yang tergolong sulit, tapi karena siswa rata-menyukai teknologi, maka mereka bisa dengan cepat menguasainya
Peran teknologi juga tidak bisa di pandanag sebelah mata, pelajaran Bahasa Inggris akan lebih mudah diserap oleh para pelajar jika dikemas dengan audio visual yang baik. Sekolah –sekolah harusnya minimal mempunyai lab audio dan visual untuk mendukung proses pengajaran. Siswa akan lebih mudah mengerti dan menyukai Bahasa Inggris jika mereka melihat langsung percakapan atau penjelasan yang langsung di berikan oleh native speaker. Jika tidak mampu mendatangkan native speaker, maka sekolah bisa menggunakan alternatif lain seperti menampilkan vidionya.
“Intinya adalah sugesti.” Demikian ujar Mario Teguh di salah satu episode acara beliau “ Golden Ways”. Jika para Rasa cinta terhadap Bahasa Inggris sudah tumbuh pada jiwa siswa-siswa di negara kita, maka pelajaran Bahasa Inggris tidak akan lagi menjadi momok yang menakutkan. (Nasep Hasbulloh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar