A.
Pengertian Ghazwul Fikri (GF)
Ø Secara Bahasa
Ghazwul Fikri terdiri dari dua suku
kata yaitu Ghazwah dan Fikr. Ghazwah berarti serangan,
serbuan atau invansi. Sedangkan Fikr berarti pemikiran. Jadi, menurut
bahasa Ghazwul Fikri adalah serangan atau serbuan didalam qital (perang)
atau Ghazwul Fikri secara bahasa diartikan sebagai invansi pemikiran.
Ø Secara Istilah
Secara istilah, Ghazwul Fikri
adalah penyerangan dengan berbagai cara terhadap pemikiran umat islam guna
merubah apa yang ada didalamnya sehingga tidak lagi bisa mengeluarkan darinya
hal – hal yang benar karena telah tercampur aduk dengan hal – hal yang tidak
islami.
B.
Makna Invansi Pemikiran (Ghazwul
Fikri (GF))
Invansi / serangan pemikiran atau
dalam bahasa arab dinamakan ghazwul fikri dan dalam bahasa inggris
disebut dengan brain washing, thought control, menticide adalah istilah
yang menunjukkan kepada suatu program yang dirancang dan dilaksanakan secara
sistematis dan terstruktur oleh musuh – musuh islam untuk melakukan
pendangkalan pemikiran dan cuci otak kepada kaum muslimin. Hal ini mereka
lakukan agar kaum muslimin tunduk dan mengikuti cara hidup mereka sehingga
melanggengkan kepentingan mereka untuk menjajah / mengeksploitasi sumber daya
milik kaum muslimin.
C.
Kelebihan – Kelebihan Invansi
Pemikiran (Ghazwul Fikri (GF))
Invansi pemikiran atau ghazwul
fikri (GF) dilakukan oleh para musuh islam dengan pertimbangan –
pertimbangan bahwa dibandingkan dengan melakukan peperangan militer atau fisik,
maka ghazwul fikri (GF) memiliki kelebihan – kelebihan sebagai berikut :
Aspek
|
Perang Fisik
|
Ghazwul Fikri
|
Biaya
|
Sangat mahal
|
Murah dan dikembalikan
|
Jangkauan
|
Terbatas di front
|
Sampai ke rumah - rumah
|
Obyek
|
Obyek merasakan
|
Sama sekali tidak merasa
|
Dampak
|
Mengadakan perlawanan
|
Menjadikan idola
|
Persenjataan
|
Senjata berat
|
Slogan, teori, iklan
|
D.
Sejarah Ghazwul Fikri (GF)
Sejarah Ghazwul Fikri (GF)
sudah ada setua umur manusia, makhluk yang pertama kali melakukannya adalah
iblis laknatullah ketika berkata kepada Adam as., “ Sesungguhnya Allah
melarang kalian memakan buah ini supaya kalian berdua tidak menjadi malaikat
dan tidak dapat hidup abadi. “ (Q.S.Al – A’Raaf:20)
Dalam perkataannya ini iblis tidak
menyatakan bahwa Allah tidak melarang kalian…karena itu akan bertentangan
dengan informasi yang telah diterima oleh Adam as., tetapi iblis mengemas dan
menyimpangkan makna perintah Allah SWT. Sesuai dengan keinginannya, yaitu
dengan menambahkan alas an pelarangan Allah yang dibuat sendiri. Iblis tahu
bahwa Adam as tidak punya pengetahuan tentang sebab tersebut. Demikianlah para
murid – murid iblis dimasa kini selalu berusaha melakukan ghazwul fikri
dengan menyimpangkan fakta dan informasi yang ada sesuai dengan maksud
jahatnya. Setan melakukannya dengan cara yang sangat halus dan licin.
Akibatnya, hanya orang – orang yang dirahmati Allah SWT yang mampu
mengetahuinya.
E.
Bidang – Bidang Yang di serang
1. Pendidikan
Pendidikan adalah aspek penting yang
menentukan maju atau mundurnya suatu bangsa. Oleh sebab itu, bidang pendidikan
merupakan target utama dari ghazwul fikri (GF). Ghazwul fikri
(GF) yang dilakukan dibidang pendidikan, diantaranya dengan membuat sedikitnya
porsi pendidikan agama di sekolah – sekolah umum (hanya 2 jam sepekan).
Hal ini berdampak fatal pada fondasi
agama yang dimiliki oleh para siswa. Dengan lemahnya basis agama mereka, maka
terjadilah tawuran, seks bebas pelajar yang meningkatkan AIDS, penyalahgunaan
narkoba, vandalism, dan sebagaimananya. Ini adalah dampak jangka pendek.
Sedangkan dampak jangka panjangnya
lebih berbahaya, yaitu rendahnya kualitas pemahaman agama para calon pemimpin
bangsa dimasa depan. Ghazwul fikri (GF) lainnya dibidang ini adalah pada
teknis belajarnya yang campur baur antara pria dan wanita yang jelas tidak
sesuai dan banyak menimbulkan pelanggaran terhadap syariat.
2. Sejarah
Sejarah yang diajarkan perlu
ditinjau ulang dan disesuaikan dengan semangat islam. Materi tentang sejarah
dunia dan ilmu pengetahuan telah ghazwul fikri (GF) habis – habisan
sehingga hamper tidak ditemui sama sekali pemaparan tentang sejarah para ilmuan
islam dan sumbangannya dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
Dalam sejarah yang dibahas hanyalah
ilmuan kafir yang pada akhirnya membuat generasi muda menjadi silau dengan
tokoh – tokoh kafir dan minder terhadap sejarahnya sendiri. Ketika berbicara
tentang sejarah islam, di benak mereka hanyalah terbayang sejarah peperangan
dengan pedang dan darah sebagaimana yang selalu digambarkan dalam kaca mata
barat.
Hal ini lebih diperparah dengan
sejarah nasional dan penamaan perguruan tinggi, gedung – gedung, perlambangan,
penghargaan dan pusat ilmu lainnya dengan bahasa Hindu Sanksekerta, sehinga
semakin hilanglah mutiara kegemilangan islam dihati para generasi muda.
3. Ekonomi
Ghazwul fikri (GF) yang terjadi dibidang ekonomi
adalah konsekuensi dari motto ekonomi yaitu, mencari keuntungan sebesar –
besarnya dengan pengorbanan sekecil – kecilnya. Ketika motto ini ditelan habis
– habisan tanpa dilakukan filterisasi, maka tidak lagi memperhatikan halal atau
haram, yang penting adalah bagaimana supaya untung sebesar – besarnya.
Hal lain yang perlu dicermati dalam
system ekonomi kapitalisme, yaitu monopoli, riba dan pemihakan elit kepada para
konglomerat. Mengenai monopoli sudah tidak perlu dibahas lagi, cukup jika
dikatakan bahwa Amerika Serikat sendiri telah diberlakukan UU anti – trust (bagaimana
di Indonesia?). Tentang riba dan haramnya bunga bank rasanya bukan pada
tempatnya jika dibahas disini, cukup dikatakan bahwa munculnya dan
berkembangnya bank tanpa bunga (bagi hasil), fatwa MUI, fatwa Universita Al
Azhar Mesir, kesepakatan para ulama islam dunia membuktikan bahaya bunga bank
dan haramnya dalam islam. Tentang keberpihakan kepada para konglomerat, semoga
dengan perkembangan era reformasi saat ini dapat diperbaiki.
4. Ilmu Alam dan Sosial
Pada bidang ilmu – ilmu alam, ghazwul
fikrii terbesar yang dilakukan adlah dengan dilakukannya sekularisasi
antara ilmu pengetahuan dengan ilmu agama. Bahaya lainnya adalah penisbatan
teori – teori ilmu pengetahuan kepada para ilmuan tanpa mengembalikannya kepada
sang pemberi dan pemilik ilmu, sehingga mengakibatkan kekaguman dan pujian
hanya berhenti pada diri para ilmuwan dan tidak bermuara kepada Allah SWT.
Hal lain adalah berkembangnya
berbagai teori – teori sesaat yang sebenarnya belum diterima secara ilmiah,
tetapi disebarkan secara besar – besaran oleh kelompok – kelompok tertentu
untuk menimbulkan keraguan pada agama. Misalnya, teori tentang asal usul
makhluk hidup (the origins of species) dari Darwin (yang sebenarnya
merupakan kelanjutan dari penemuan Herbert Spencer) yang sebenarnya masih ada the
missing link yang belum dapat menghubungkan antara manusia dank era, tapi
sudah “ diindoktrinasikan “ kemana – mana. Atau, teori Libido seksualnya Freud,
yang menyatakan bahwa jika manusia tidak dibebaskan sebebas – bebasnya
keinginan seksualnya akan mengakibatkan terjadinya gangguan kejiwaan. Teori ini
sudah dibantah secara ilmiah dan pencetusnya sendiri (Freud) yang terus
menggembar – gemborkan kebebasan seksual, ternyata mati karena menderita
penyakit kejiwaan (psikopath).
5. Bahasa
Ghazwul fikri (GF) dibidang bahasa adalah
dengantidak diajarkannya bahasa Al – Qur’an di sekolah – sekolah karena
menganggapnya tidak perlu. Hal yang nampaknya remeh ini sebenarnya sanagt besar
akibatnya dan menjadi bencana bagi kaum muslimin Indonesia secara umum. Dengan
tidak memahami Al – Qur’an, mayoritas kaum muslimin menjadi tidak mengerti apa
kandungan Al – Qur’an, seperti firman Allah dalam surah Al Baqarah:78 artinya
“ Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al – Kitab
(taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga – duga “.
Akibatnya, Al – Qur’an menjadi sekedar bacaan tanpa arti (Al – Qur’an hanya
dinikmati iramanya seperti layaknya lagu – lagu dan nyayian belaka, yang
akhirnya ditinggalkan seperti yang disebutkan dalam surah Al Furqaan:30 yang
artinya “ Berkata Rasul : Ya tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al –
Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan “ dan surah Al Furqaan:31 yang
artinya “ Dan seperti itulah, setelah kami adakan bagi tiap – tiap nabi,
musuh dari orang – orang yang berdosa dan cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi
petunjuk dan penolong. “)
Dampak lain dari kebodohan terhadap
bahasa Al – Qur’an adalah terputusnya hubungan kaum muslimin dengan
perbendaharaan ilmu – ilmu keislaman yang telah disusun dan dibukukan selama
hamper 1000 tahun oleh para pakar dan ilmuwan islam terdahulu yang jumlahnya
mencapai jutaan judul buku, mencakup bidang – bidang akidah, tafsir, hadist,
fiqih, sirah, tarikh, ulumul qur’an, tazkiyyah dan sebagainya.
6. Hukum
Ghazwul fikri (GF) pada aspek hukum adalah
penggunaan acuan hukum warisan kolonial yang masih dipertahankan sebagai hukum
yang berlaku, reduksi, dan penghapusan hukum Allah SWT dan Rasul – Nya. Rasa
takut dan alergi terhadap segala yang berbau syariat islam merupakan
keberhasilan ghazwul fikri (GF) dibidang ini. Penggambaran potong tangan
bagi pencuri dan rajam bagi penzina selalu ditonjolkan saat pembicaraan –
pembicaraan tentang kemungkinan adopsi terhadap beberapa hukum islam. Mereka
melupakan bahwa hukum islam berpihak (melindungi) korban kejahatan, sehingga
hukuman keras dijatuhkan kepada pelaku kejahatan agar perbuatannya tidak
terulang dan orang lain takut untuk berbuat yang sama.
Sebaliknya, hukum barat berpihak
(melindungi) pelaku kejahatan, sehingga dengan hukuman tersebut memungkinkannya
untuk mengulang lagi kejahatannya karena ringannya hukuman tersebut. Laporan
menunjukkan bahwa tingkat perkosaan yang terjadi di Kanada selama sehari sama
dengan kejahatan yang sama di Kuwait selama 12 tahun, bahkan pooling
yang dilakukan di masyarakat Amerika Serikat menunjukkan bahwa 1 dari 3
masyarakat Amerika Serikat menyetujui dijatuhkannya hukuman mati untuk
pemerkosa.
7. Pengiriman pelajar dan mahasiswa ke
Luar Negeri
Ghazwul fikri (GF) dibidang ini terjadi dalam dua
aspek, yaitu : Brain drain dan Brain Washing. Brain drain adalah
pelarian para intelektual dari negara – negara islam ke negara – negara maju
karena insentif yang lebih besar dan fasilitas hidup yang lebih mewah bagi para
pekerja disana. Hal ini menyebabkan lambatnya pembangunan di negara – negara
islam dan semakin cepatnya kemajuan di negara – negara barat.
Data penelitian tahun 1996
menyebutkan bahwa perbandingan SDM bergelar doctor (S3) di Indonesia baru 60
per sejuta penduduk, di Amerika Serikat dan Eropa antara 2500 – 3000 orang per
sejuta, dan di Israel mencapai 16.000 per sejuta penduduk.
Sementara brain washing (cuci
otak) dialami oleh para intelektual yang sebagian besar berangkat ke negara –
negara barat tanpa dibekali dengan dasar – dasar keislaman yang cukup.
Akibatnya, mereka pulang dengan membawa pola piker dan perilaku yang
bertentangan dengan nilai – nilai islam. Bahkan secara sadar atau tidak, mereka
ikut andil dalam membantu melanggengkan kepentingan barat dinegara mereka.
8. Media massa
Berbicara mengenai ghazwul fikri
(GF) yang terjadi dalam media massa, maka dapat dipilah pada aspek – aspek
sebagai berikut :
· Aspek kehadirannya
Terjadinya perubahan penjadwalan
kegiatan sehari – hari dalam keluarga muslim, missal TV. Dulu selepas maghrib,
anak – anak biasanya mengaji dan belajar agama. Sekarang, selepas maghrib anak
– anak menonton acara – acara TV yang kebanyakan merusak dan tidak bermanfaat.
Sementara bagi para remaja dan orang tua dibandingkan dating ke pengajian dan
majlis – majlis taklim, mereka lebih senang menghabiskan waktunya dengan
menonton TV.
Sebenarnya TV dapat menjadi srana
dakwah yang luar biasa (sesuai dengan teori komunikasi yang menyatkan bahwa
media audio – visual memiliki pengaruh yang tertinggi dalam membentuk kepribadian
baik pada tingkat individu maupun masyarakat) asal dikemas dan dirancang sesuai
dengan nilai – nilai islam.
· Aspek isinya
Berbicara mengenai isi yang
ditampilkan oleh media massa yang merupakan produk ghazwul fikri (GF)
diantaranya adalah mengenai penokohan – penokohan atau orang – orang yang
diidolakan. Media massa yang ada tidak berusaha ikut mendidik bangsa dan
masyarakat dengan menokohkan para ulama, ilmuwan, dan orang – orang yang dapat
mendorong membangun bangsa agar mencapai kemajuan IMTAK dan IPTEK sebagaimana
yang digembar – gemborkan. Tetapi sebaliknya, justru tokoh yang terus menerus
diekspos dan ditampilkan adalah para selebriti yang menjalankan gaya hidup
borjuis, menghambur – hamburkan uang (tabdzir), jauh dari memiliki IPTEK
apalagi nilai – nilai agama.
Hal ini jelas besar dampaknya pada
generasi muda dalam memilih dan menentukan gaya hidup, cita – citanya dan
tentunya pada kualitas bangsa dan Negara. Rpoduk lain dari ghazwul fikri
(GF) yang menonjol dalam media TV, misalnya porsi film – film islami yang dapat
dikatakan tidak ada. Film yang diputar 90% adalah film bergaya barat, sisanya
adalah film nasional (yang juga bergaya barat), film – film mandarin, dan film
– film india.
F.
Sasaran dilakukannya Invansi
Pemikiran (Ghazwul Fikri (GF))
Sasaran dari ghazwul fikri (GF)
adalah sebagai berikut :
1. Agar kaum muslimin menjadi condong
sedikit terhadap gaya, perilaku dan pola pikir barat, seperti dalam Q.S. Al
Israa:73 yang artinya “ Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu
dari apa yang telah kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara
bohong terhadap kami, dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu
jadi sahabat yang setia. “ Q.S. Al Israa:74 yang artinya “ Dan
kalau kami tidak memperkuatkan (hati)mu, niscaya kamu hampir condong sedikit
kepada mereka.” Q.S. Al Israa:75 yang artinya “ Kalau terjadi
demikian, benar – benarlah kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat –
lipat ganda didunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati,
dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap kami.” Dan Q.S.Al
Israa:76 yang artinya “ Dan sesungguhnya benar – benar mereka hamper
membuatmu gelisah di negeri (mekah) untuk mengusirmu daripadanya dan kalau
terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal sebentar saja.”
2. Setelah kaum muslimin condong
sedikit, tahapan selanjutnya adalah agar kaum muslimin mengikuti sebagian dari
gaya, perilaku dan pola pikir mereka. Sebagaimana disebutkan dalam Q.S.Ad
Dukhan:25 yang artinya “ Alangkah banyaknya taman dan mata air yang
mereka tinggalkan.” Dan Q.S.Ad Dukhan:26 yang artinya “ Dan kebun
– kebun serta tempat – tempat yang indah – indah.”
3. Pada tahap ini diharapkan kaum
muslimin beriman pada sebagiannya ayat – ayat Al – Qur’an dan Hadist Rasulullah
SAW, tetapi kafir terhadap sebagian yang lainnya. Sebagaimana dalam Q.S.Al
Baqarah:85 yang artinya “ Kemudian kamu (bani israil) membunuh dirimu
(saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan dari pada kamu dari kampong
halaman. Kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan
tetapi jika mereka dating kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka. Padahal
mengusir itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman pada sebagian Al
Kitab(taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi
orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan
dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat,
Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.”
4. Pada tahap akhir, mereka
menginginkan agar generasi kaum muslimin mengikuti syahwat dan meninggalkan
shalat. Sebagaimana dalam Q.S.Maryam:59 yang artinya “ Maka datanglah
sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia – nyiakan shalat dan
memperturutkan hawa nafsu, maka mereka akan menemui kesesatan.”
G. Tujuan Ghazwul Fikri (GF)
1. Menghambat kemajuan umat islam agar
tetap menjadi pengekor barat. Berbagai macam pendapat nyeleneh yang ditebarkan
para orientalis lewat media cetak dan elektronik berhasil menyita perhatian
umat islam dan mengetuk sebagian besar potensinya,baik untuk melakukan kajian,
bantahan dan pelurusan.
2. Menjauhkan umat islam dari Al –
Qur’an dan As Sunnah serta ajaran – ajarannya. Dengan keraguan – raguan dan
penyesatan terhadap umat islam, ghazwul fikri (GF) menyeret orang –
orang awam ke jurang yang memisahkan mereka dari keislaman – Nya. Bahkan ada
sebagian yang keluar dari islam dan berpindah ke agama lain.
3. Memurtadkan umat islam. Inilah yang
digambarkan Al – Qur’an dalam Surah Al Baqarah:217 yang artinya “ Mereka
tidak henti – hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu
dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang
murtad diantara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka
itulah sia – sia amalannya di dunia dan akhirat, dan mereka itulah penghuni
neraka, mereka kekal didalamnya.”
H. Dampak Positif dan Negatif Gahzwul
Fikri (GF)
Ø Dampak Positif dari Ghazwul Fikri
(GF)
Kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang mempermudah memberikan pekerjaan pada manusia yang ada di Negara
ini.
Ø Dampak Negatif dari Ghazwul Fikri (GF)
- Perusakan akhlak umat islam terutama
yang masih berusia muda.
- Berusaha menggiring umat islam
kepada kekafiran, khususnya umat islam yang tipis pemahaman keislamannya.
- Menjauhkan umat islam dari agamanya
dan mendekatkannya pada kekafiran.
Perang pemikiran atau ghazwul Fikri adalah cara lain dari
barat untuk menghadapi umat islam khususnya dalam merusak sendi2 islam bahkan
keseluruhan. Perang pemikiran berbeda dengan perang militer atau fisik. Perang
pemikiran lebih ‘mudah', hemat waktu dan biaya bahkan lebih efektif dari perang
fisik yang banyak menguras tenaga juga biaya yang tidak sedikit.Alasan mereka melakukan Ghazwul Fikri (perang pemikiran) karna beberapa hal , yang ana ketahui, pertama, Sulitnya mengalahkan umat islam secara militer. Hal ini membuat mereka stress karna mereka sudah banyak memakan biaya yang tidak sedikit, tenaga yang besar bahkan telah mengorbankan warga2 mereka dalam perang fisik itu yang juga tidak sedikit warga mereka yang tewas. Terbukti dengan adanya perang di Palestina, Afghanistan dan masih banyak lagi negeri2 muslim yang mereka perangi namun kemenangan untuk mereka (barat) tidak pernah datang padahal negeri2 (muslim) yang mereka perangi jika di bandingkan dengan mereka (barat) baik dalam hal teknologi, persenjataan, kekuatan Negara dan juga tentara2nya sangat2 jauh tertinggal dari mereka (barat). Inilah yang menyebabkan mereka mencari ‘jalan lain' dalam memerangi umat islam khususnya islamnya yang ingin mereka hancurkan.
Alasan kedua, karna biayanya lebih rendah, mereka tidak perlu membeli tank-tank, pesawat-pesawat, amunisi. Yang mereka perlukan hanya menyebarkan ide-ide yang mereka usung keseluruh belahan dunia dengan tujuan imperialisme-kolonialisme. Bahkan dengan cara ini yang tidak terjangkau oleh perang fisik bisa terjangkau dengan perang pemikiran, sebagai contoh; dalam perang pemikiran media yang mereka pakai sangat benyak mulai dari media massa; cetak, elektronik dsb-nya, karya2 ilmiah, mendirikan Lsm2, lembaga2 pendidikan, buku-buku bahkan ‘lewat mulut' pun mereka lakukan. Dari media2 inilah mereka bisa menjangkau apa yang tidak terjangkau. Lewat buku2 mereka bisa menjangkau dari kalangan awam sampai kalangan terpelajar, bahkan yang lebih menghawatirkan mereka melakukannya lewat media elektronik semisal televisi , orang2 yang belum kuat pemahaman (islam) nya dengan sangat mudah cepat terpengaruh dari media tersebut tak terkecuali anak2. Sangat menghawatirkan.
Yang ketiga, karna lebih mudah dilakukan berkat bantuan kaki tangan mereka dari kalangan umat islam sendiri, inilah ‘virus' yang amat berbahaya dari segala virus, ‘virus' ini lebih hina dan keji dari virus HIV/AIDS namun dari cara kerjanya sama, mereka menggerogoti ‘organ2' penting agama ini yang mengakibatkan hancur dari dalam. Penganut liberalisme dari kaum muslimin sendiri termasuk ke dalam ‘virus' hina ini, karna mereka mengusung ide2 yang bertentangan dengan islam, memuja kebebasan termasuk kebebasan menafsirkan Al-Qur'an sekehendak udel mereka, berkiblat pada barat, mengusung ide2 yang beasal dari barat dan masih banyak lagi produk2 pemikiran barat yang mereka pakai dalam menjalani hidup ini namun mereka masih menyebut diri mereka muslim! Inilah ‘virus' itu! Dan Yang keempat, Hasilnya lebih memuaskan karena melanggengkan penjajahan barat terhadap dunia islam. Pemimpin2 negeri muslim yang berkiblat pada barat dengan mudah ‘di kontrol' oleh mereka, bahkan menjadi boneka2 mereka yang menjalankan pemerintahan di bawah perintah asing (barat). Inilah yang melanggengkan cengkeraman barat di dunia islam. Inilah alasan2 barat melakukan Ghazwul Fikri (perang pemikiran) terhadap dunia islam.
Adapun sasaran-sasaran yang mereka tuju dalam melakukan ghazwul fikri , yang pertama, adalah mendangkalkan Aqidah hingga pemurtadan. Jika tujuan ini berhasil, banyak nya muslim yang murtad mereka berpandangan umat akan menjadi lemah dalam segi kuantitas.
Yang kedua, menumbuhkan keraguan terhadap ajaran islam. Yang mereka lakukan adalah mengobok-obok hukum2 islam, mereka menyebutkan hukum2 islam sudah tertinggal oleh jaman tidak bisa diterapkan lagi dalam kehidupan sekarang, hukum potong tangan, rajam, jilid dsb-nya tidak manusiawi melanggar HAM dan berbagai macam komentar dari mereka yang bertujuan meragukan kaum muslimin dari agamanya. Tidak sedikit dari umat ini yang berpandangan sama seperti barat, namun mereka bukan dari kalangan SEPILIS (Sekulerisme, Pluralisme, liberalisme) yang berpendapat Hukuman potong tangan, rajam dsb-nya tidak manusiawi. padahal sejatinya Hukuman-hukuman itu adalah Jawajir dan jawabir , yaitu pencegah dan penghapus dosa. Inilah yang mesti diterangkan pada umat yang berpandangan seperti itu.
Yang ketiga, mereka menciptakan sekulerisme (memisahkan agama dari kehidupan). Mereka mengatakan Agama tidak perlu dibawa-bawa dalam aktifitas keseharian dan khususnya politik. Jika ada Pedagang yang mengatakan "kalo jualan bawa2 agama gimana mau kaya!" itulah hasil kerja dari orang2 penganut sekulerisme, mereka berhasil menjauhkan umat dari agamanya sendiri. Selain karna sekulerisme memang asas mereka yang mereka jadikan sebagai qaidah fikriyah(kaedah berpikir) dan qiyadah fikriyah (kepemimpinan berpikir) mereka juga bertujuan melemahkan dan menghancurkan Islam ini dengan cara menjauhkan kaum muslimin dari agamanya.
Keempat, menumbuhkan Islamphobia baik pada kalangan (umat) islam maupun kalangan non-islam. Mereka ‘menciptakan' ide "Perang melawan Teroris" dan yang mereka ‘jadikan sebagai teroris' adalah umat islam yang berjuang untuk menegakkan Panji-panji Laillahaillallah di muka bumi ini dan negeri2nya. Barat mencitrakan mereka (para mujahidin) sebagai teroris yang kejam, bengis dan berbahaya, agar umat ini khususnya kaum muslimin itu sendiri menganggap bahwa agama mereka kejam atau agama para teroris. Naudzubillah jika kita termakan oleh pemikiran2 bengis kaum barat!.
Kelima, merusak moral kaum muslimin. Mereka merusak moral2 kaum muslimin dengan cara ‘memperkenalkan' pergaulan bebas, free sex, Clubbing, lagu2 cengeng tentang putus cinta, jatuh cinta, budaya pacaran dan segudang aktifitas lainnya yang banyak dilakukan kaum muslimin sekarang ini khususnya anak muda.
Keenam, memecah belah persatuan umat islam. Mereka memakai pisau analis yang ‘membagi-bagi' kaum muslimin terdiri dari; Islam Radikal atau Islam Fundamentalis, Tradisionalis dan Islam moderat. Kaum muslimin yang menentang barat, barat kelompokan kedalam Islam Fundamentalis atau Islam Radikal, sementara kaum muslimin yang ‘wellcome ‘ terhadap barat mereka kelompokkan kedalam Islam Moderat. Inilah contoh kecil yang Barat lakukan dalam memecah belah kaum muslimin. Kita harus selalu wspada jangan sampai kita ‘merasa' bagian dari salah satu ‘kelompok' yang barat ciptakan di atas dan menganggap yang berbeda ‘kelompok' adalah musuh.
Dan yang ketujuh, adalah melanggengkan kolonialisme baru di tengah2 dunia islam. Mereka menjajah, merampas kekayaan negeri2 muslim untuk kepentingan negara mereka. Mereka ‘membeli' orang2 yang berpengaruh dalam negaranya agar dijadikan kacung-kacung (antek2) mereka. Dengan cara seperti itu mereka dapat mengendalikan negeri2 muslim karna para penguasanya telah mereka ‘beli'.
Inilah
sebagian kecil dari Ghazwul Fikri (perang pemikiran), namun masih banyak
lagi tujuan-tujuan, maksud-maksud, rencana-rencana busuk yang mereka kerjakan
dan juga yang belum mereka kerjakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar